Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

INDONESIA SCIENCE AND TECHNOLOGY INDEX (INASTI): PENGUKUR IMPACT FACTOR JURNAL DAN H INDEKS PENELITI INDONESIA

07 Desember 2016, 07:47 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

Printscreen website inasti.lipi.go.id

(FOKUS P3HH)BOGOR - Dalam acara PEKAN INOVASI TEKNOLOGI LIPI 2016, 12-16 Oktober 2016, Pusat Inovasi LIPI meluncurkan laman Indonesia Science and Technology Index yang dikenal dengan nama InaSTI. Dalam laman tersebut pengunjung dapat melihat impact factor bagi jurnal ilmiah Indonesia dan h-index penelliti dari seluruh Indonesia. Impact factor adalah suatu ukuran seberapa sering artikel pada suatu jurnal telah disitasi dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini semakin tinggi impact factor menggambarkan semakin sering artikel dalam jurnal tersebut disitasi. Saat ini, impact factor telah dikembangkan oleh lembaga pengindeks internasional seperti Thomson Reuters yang mengeluarkan angka impact factor bagi jurnal ilmiah berskala internasional dan seluruh indeks diintegrasikan dalam Web of Science. Lembaga pengindeks lain adalah Scopus milik Elsevier yang memberikan indeks bagi jurnal dan prosiding dengan ujuan memberikan indeks bagi pemeringkatan Webometric. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka Pusat Inovasi LIPI mencoba mengembangkan InaSTI sebagai lembaga pengindeks jurnal ilmiah yang berperan sebagai lembaga pengindeks tingkat nasional seperti peran Thomson Reuters dan Scopus di tingkat internasional.

Selain sebagai pengindeks jurnal ilmiah nasional terakreditasi, InaSTI juga memiliki peran dalam menentukan kompetensi peneliti di Indonesia melalui h indeks yang dikeluarkan dalam bentuk database yang bisa diakses melalui laman tersebut. Penilaian h indeks peneliti saat ini masih mengacu pada h indeks yang dikeluarkan oleh Google Scholar, yaitu menilai indeks peneliti berdasarkan naskah yang telah dipublikasikan dan seberapa sering naskah tersebut disitasi. Semakin tinggi h indeks, maka semakin banyak karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan dan semakin banyak karya tulis ilmiah tersebut disitasi oleh peneliti lain. Untuk h indeks, peneliti dapat memasukkan nama diri untuk mengetahui h indeks peneliti tersebut melalui laman //inasti.lipi.go.id/.

Dalam database InaSTI terdapat 501 jurnal ilmiah nasional dan Jurnal Penelitian Hasil Hutan yang diterbitkan oleh Puslitbang Hasil Hutan menempati urutan ranking 57, dengan impact factor lima tahunan 1,16, dan impact factor tahunan 3,26 pada tahun 2015, 3,3 pada tahun 2014, 3,37 pada tahun 2013, dan 2,9 pada tahun 2012. Namun demikian, keakuratan data impact factor yang dikeluarkan oleh InaSTI perlu diklarifikasi lebih jauh, karena dalam database tersebut tercatat jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Puslitbang Hasil Hutan lebih dari satu, yaitu dengan nama Jurnal Penelitian Hasil Hutan ada 3 jurnal, 1 Buletin Hasil Hutan, 1 Warta Hasil Hutan dengan urutan ranking 57, 133, dan 446 untuk Jurnal Penelitian Hasil Hutan, dan urutan ranking 67 untuk Buletin Penelitian Hasil Hutan dan urutan ranking 309 untuk Warta Hasil Hutan. Konfirmasi dengan pihak Pusbindiklat LIPI menyebutkan bahwa data impact factor tersebut belum menggunakan database terkini, sehingga sistem InaSTI perlu dikembangkan lebih lanjut dengan mengandalkan kekinian data.

Selain data impact factor jurnal nasional dan h index peneliti, InaSTI juga menampilkan visualisasi topik penelitian dalam bentuk bulatan berwarna, yang menggambarkan semakin besar lingkaran tersebut, maka semakin banyak naskah yang membahas tentang topik tersebut. Lingkaran tersebut juga dihubungkan dengan bulatan-bulatan lain yang menggambarkan keterkaitan atau keintegrasian suatu topik penelitian satu dengan topik penelitian yang lain.

Dengan mengesampingkan permasalahan kekinian data, pembuatan sistem pengindeks jurnal dan peneliti nasional melalui InaSTI merupakan hal yang sangat bagus bagi pengelola jurnal dan peneliti di Indonesia. Bagi pengelola jurnal, InaSTI dapat dijadikan tolok ukur kualitas bagi jurnal yang dikelolanya secara nasional, walaupun saat ini sudah dilakukan sistem akreditasi nasional oleh LIPI dan DIKTI. Informasi data dari InaSTI yang dinamis dapat diketahui posisi urutan jurnal ilmiah dan topik penelitian yang banyak diminati. Salah satu pesan penting dalam sistem sitasi jurnal ilmiah adalah perlunya penekanan kepada para peneliti agar mensitasi dari makalah yang pernah ditulisnya, sehingga nilai impact factor yang dihitung dari banyaknya sitasi makalah dalam jurnal semakin meningkat.**KS

Penulis: Dr. Krisdianto


Lampiran: 0
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )