Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

KERJA SAMA “PENGEMBANGAN SISTEM IDENTIFIKASI KAYU BERBASIS COMPUTER VISION” ANTARA PUSAT PENELITIAN INFORMATIKA - LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA (LIPI) DENGAN PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HASIL HUTAN (P3HH)

02 Mei 2017, 08:02 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

Tim Peneliti dan Manajemen

(FOKUS P3HH)BANDUNG - Pada tanggal 27 Maret 2017 di kantor Pusat Penelitian Informatika di Bandung, Jawa Barat telah dijalin kerjasama “Pengembangan Sistem Identifikasi Kayu Berbasis Computer Vision” yang ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Kepala Pusat Penelitian Informatika, Dr. Yan Riyanto, M.Eng. dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Dr. Ir. Dwi Sudharto, MSi.

RatihLIPI

Kerjasama yang dijalin didorong adanya fakta bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan jenis-jenis pohon yang tumbuh di hutan. Hasil studi terbaru mengenai pengelompokan jenis kayu perdagangan Indonesia menunjukkan bahwa dari ± 4.000 jenis kayu yang kita miliki, sekitar 1000 jenis saat ini merupakan jenis kayu yang telah diperdagangkan. Setiap jenis kayu memiliki nama dan karakteristik yang berbeda. Perbedaan karakteristik ini akan menentukan kualitas atau kegunaan yang tepat dari setiap jenis kayu. Kualitas kayu berpengaruh pada harga dan penentuan pajak yang sesuai, sehingga sangat penting untuk mengetahui identitas dari tiap jenis kayu secara tepat.

Beragamnya jenis kayu dan pengaruhnya terhadap kualitas kayu menuntut identifikasi kayu secara cermat dan akurat. Identifikasi kayu merupakan proses penentuan suatu jenis kayu berdasarkan ciri struktur anatomi kayu yang dimilikinya. Identifikasi ini diperlukan tidak hanya untuk menentukan pemanfaatan suatu jenis kayu dalam industri, namun juga digunakan sebagai bioforensik dalam penanganan perkara hukum dimana kayu sebagai barang bukti. Saat ini, identifikasi kayu dilakukan secara makro dan mikro di Laboratorium Anatomi Kayu Puslitbang Hasil Hutan (P3HH), dengan merujuk pada koleksi kayu Xylarium Bogoriense 1915 yang telah dikumpulkan dari seluruh wilayah Indonesia sejak tahun 1914. Koleksi kayu Xylarium Bogoriense 1915 merupakan yang terbesar ketiga di dunia dengan jumlah koleksi mencapai 34.301 specimen (saat ini sudah ada sekitar 45 ribu spesimen) terdiri atas 110 suku, 675 marga, dan 3.667 jenis kayu otentik.

Kecermatan dalam identifikasi kayu merupakan hal yang sangat prioritas. Kesalahan identifikasi dapat berdampak kurang baik bagi negara maupun para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, identifikasi hanya dilakukan oleh petugas yang memiliki kemampuan pengenalan kayu dan dasar ilmu anatomi. Saat ini petugas yang memiliki persayaratan tersebut masih sangat terbatas, sementara di sisi lain, kebutuhan terhadap identifikasi kayu relatif tinggi. Hal ini yang mendorong upaya untuk mengembangkan sistem identifikasi jenis kayu secara otomatis berbasis computer vision. Identifikasi kayu secara otomatis dapat membantu para praktisi di lapangan seperti petugas bea cukai, petugas kepolisian, pelaku industri kehutanan, maupun teknisi di laboratorium anatomi kayu dalam mendapatkan informasi jenis kayu secara cepat. Jenis kayu merupakan salah satu informasi penting dalam upaya memberantas penebangan dan perdagangan kayu secara illegal, penggunaan sumber daya alam yang efisien dengan jenis yang tepat, serta sebagai upaya konservasi sumber daya alam hayati nasional.

Pada dasarnya kerjasama dimaksudkan untuk mensinergikan kepakaran dan data base anatomi kayu yang dimiliki P3HH dengan kepakaran dan penerapan teknologi computer vision yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Informatika, secara khusus, kerjasama yang dijalin bertujuan untuk mengembangkan alat identifikasi kayu yang dapat digunakan secara akurat dan praktis, yang mencakup pengembangan sistem identifikasi kayu dan pengujian sistem. Kerja sama ini juga merupakan suatu upaya mengembangkan penelitian integratif potensial untuk Program Insinas Riset Pratama.

Kerjasama yang akan dilaksanakan untuk periode waktu selama 2 tahun sejak penandatanganan ini, diharapkan dapat meningkatkan dan memperluas jejaring kerja penelitian dan pengembangan agar dapat menghasilkan karya nyata untuk pengelolaan sumberdaya hutan lestari dan memberikan kemanfaatan yang tinggi bagi masyarakat dan perkembangan IPTEK. (RD&PSH)

Penulis:Dr. Ratih Damayanti, S.Hut.M.Si dan Puspa Sari Hariandja, S.Hut, MP.

Editor: Dr. Krisdianto


Lampiran: 0
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )