Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

TANIN KULIT MANGIUM UNTUK PEWARNA BATIK

20 Juni 2017, 15:11 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

Gambar 1. Kualitas tanin yang sesuai untuk pewarna kain

(P3HH FOKUS)BOGOR - Akasia atau mangium (Acacia mangium Willd), termasuk salah satu jenis pohon cepat tumbuh yang toleran terhadap berbagai jenis tanah dan kondisi lingkungan (National Research Council, 1983).

Saat ini pemanfaatan jenis mangium masih terbatas pada kayunya seperti untuk bahan arang, kayu pancang, serpih (chips) sebagai bahan baku pulp dan kertas. Kulitnya belum dimanfaatkan dan ditinggalkan di hutan atau di sekitar pabrik sebagai limbah. Padahal volume kulit kayu yang bisa diperoleh dari batang mangium rata-rata 10,7% dari volume kayunya (Santoso, 2003). Jika limbah ini tidak dimanfaatkan maka akan menjadi masalah terhadap lingkungan hutan dan pabrik.

Kulit mangium, termasuk salah satu bagian tanaman yang kaya akan kandungan tanin. Tanin adalah senyawa kimia yang memiliki banyak fungsi di antaranya adalah sebagai zat pewarna alami/organik untuk bahan pakaian (Kasmudjo, Widowati & Pujiarti, 2008). Kulit mangium jika diekstrak bisa menghasilkan 15 – 20% tanin (Santoso, 2003). Tanin dari kulit kayu mangium menghasilkan kualitas warna yang bagus dan aman digunakan untuk kain batik (Hidayah, 2016). Kain batik yang telah diwarnai dengan tanin mangium tahan terhadap intensitas cahaya matahari dan perubahan pH (Kasmudjo et al., 2008).

Berdasarkan pertimbangan bahwa kulit kayu mangium bermanfaat, maka pada tanggal 18 – 23 Mei 2017, Tim P3HH yang terdiri dari Ir. Efrida Basri, M.Sc., Prof. Dr. Adi Santoso, M.Si., Ir. Adang Sopandi, M.Sc. dan Rahmat telah melakukan kegiatan pemanfaatan kulit kayu mangium menjadi bahan pewarna kain batik. Kegiatan dilakukan di areal PT. Tunas Inti Abadi (TIA), yang terletak di Kecamatan Sebamban, Kabupaten Tanah Bambu, Provinsi Kalimantan Selatan.

PT TIA adalah salah perusahaan tambang batubara yang memiliki areal konsesi seluas 3.085 ha, dimana sekitar 534 ha di antaranya ditanami dengan pohon mangium dengan jarak tanam 3 x 3 m2. Umur pohon saat ini sudah mencapai 5 tahun dan akan dilakukan penjarangan. Kulit dari hasil penjarangan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk pembuatan bahan pewarna kain.

Proses pembuatan larutan pewarna kain dari ekstrak kulit kayu mangium yang mudah diaplikasikan di lapangan adalah dengan cara perebusan kulit kayu yang telah dicacah (ukuran 1-2 cm) selama 3 – 4 jam. Suhu perebusan berkisar 70-80 oC agar proses ekstraksi berjalan optimal (Gambar 1). Dari 1 kg kulit kayu mangium yang direbus, diperoleh 2,5 liter larutan tanin yang siap digunakan untuk mewarnai kain batik.

tanin2

Untuk skala usaha, disarankan memproduksi tanin dalam bentuk bubuk dengan cara mengeringkan larutan sampai kering (ekstrak kering). Hal ini selain untuk kepraktisan, juga tanin yang dihasilkan bisa disimpan dalam waktu lama.

Referensi

Kasmudjo, Widowati, T.B., & Pujiarti, R. (2008). Kualitas pewarnaan batik dari beberapa provenans akasia (Acacia mangium Willd) dan bahan fiksasi yang berbeda. Prosid. Semnas Mapeki XI, 8-10 Agustus 2008 di Kalimantan Tengah. Hal. 663-665.

Hidayah, A. (2016). Perbandingan uji ketahanan gosok zat warna alam kulit akasia gunung merapi (Acacia decurrens) dengan akasia gunung merbabu (acacia mangium) pada kain batik primisima. E-journal. Diakses dari file:///C:/Users/efrida/Downloads/2963-6113-1-PB(1).pdf, tanggal 28 September 2016.

Isminingsih. (1978). Pengantar Kimia Zat Warna. Bandung: STTT.
Natasya, D. (2015). Material ramah lingkungan. http://www.academia.edu/ 9015306/material_ramah_lingkungan, diakses tanggal 3 Februari 2016.

National Research Council. (1983). Mangium and other fast-growing Acacias for the humid tropics. Washington, DC, AS: National Academy Press.

Santoso, A. (2003). Kulit mangium sebagai sumber tanin untuk perekat. Prosiding Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan, 30 Nopember 2003 di Bogor. Hal. 165 – 175.

Penulis: Efrida Basri, M.Sc

Editor: Gunawan Pasaribu, M.Sc


Lampiran: 0
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )