Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

SOFT LAUNCHING ALAT IDENTIFIKASI KAYU OTOMATIS

25 Oktober 2017, 09:39 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

Kepala Badan Litbang dan Inovasi (Dr. Henry Bastaman, tengah), berkomunikasi dengan Dr. EsaPrakarsa (peneliti LIPI) mengenai alat identifikasi kayu otomatis

(P3HH INFO)JAKARTA - Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) bekerjasama dengan Multistakeholder Forest Patnership (MFP) dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menggelar acara soft launching alat identifikasi kayu otomatis pada hari Selasa, 24 Oktober 2017 di Ruang Rimbawan, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Acara yang dihadiri oleh 200 orang dari berbagai instansi antara lain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Dinas Kehutanan Provinsi, Unit Pelaksana Teknis lingkup KLHK, Asosiasi, Perusahaan pemegang ijin pengusahaan hutan alam dan hutan tanaman (IUPHHK-HA dan HT), Bea Cukai, dan Bareskrim POLRI ini bertujuan untuk memperkenalkan alat identifikasi kayu otomatis kepada para pihak.

Alat identifikasi kayu otomatis berbasis computer vision ini merupakan hasil riset kerjasama antara tim peneliti Pusat Litbang Hasil Hutan, Badan Litbang dan Inovasi, KLHK dengan tim peneliti Pusat Penelitian Informatika, LIPI dan mendapat pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Program INSINAS 2017. Alat identifikasi ini diharapkan dapat mempermudah para praktisi di lapangan untuk mengidentifikasi jenis kayu dan meminimalkan kesalahan dalam menentukan jenis kayu.

Cara kerja alat ini adalah dengan meletakkan sampel kayu pada mikroskop digital Dino-Lite yang terhubung dengan komputer. Selanjutkan komputer akan merekam dan mengidentifikasi citra permukaan sampel kayu tersebut dan mencocokkannya dengan pangkalan data citra jenis kayu. Hasil identifikasi berupa informasi karakteristik sampel kayu yang meliputi nama spesies, nama latin, berat jenis, kelas kuat, kelas awet, klasifikasi perdagangan dan rekomendasi penggunaan akan langsung tampak pada monitor komputer. Proses identifikasi ini hanya membutuhkan waktu dalam hitungan detik.

Pada sesi pengantar Kepala P3HH, Dr. Dwi Sudharto, M.Si menyampaikan bahwa saat ini salah satu aset berharga yang dimiliki oleh P3HH adalah Xylarium Bogoriense 1915. Xylarium ini merupakan koleksi kayu terbesar ketiga di dunia setelah USA dan Belgia dan menjadi salah satu rujukan identifikasi kayu di Indonesia. Menurut Dr. Dwi Sudharto, pengembangan alat identifikasi kayu otomatis ini merupakan impian P3HH sejak lama, teknologi ini telah ditunggu oleh para pihak di lapangan yang sering memerlukan informasi jenis kayu secara cepat dan tepat untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan atau sebagai bahan rujukan ilmiah. Selanjutnya Kepala Pusat Inovasi LIPI, Prof.Dr.Nurul Taufiqu Rochman menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan paten sistem identifikasi kayu otomatis tersebut.

Dalam sesi selanjutnya, tiga orang narasumber berkenan memberikan paparan, yaitu Dr. Ratih Damayanti, S.Hut, MSi., Dr. Esa Prakarsa, ST., MT., dan Ir. Oentarto Wibowo, MPA. Dr. Ratih Damayanti, S.Hut, MSi. menyampaikan paparan ‘Koleksi Kayu Xylarium Bogoriense 1915 dan Identifikasi Kayu’. Dr. Damayanti mengatakan bahwa pengembangan alat identifikasi kayu otomatis ini bukan akhir dari sebuah penelitian, namun merupakan awal dari suatu kegiatan penelitian untuk mendapatkan alat yang pada akhirnya dapat mempermudah masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan terkait dengan identifikasi kayu. Xylarium Bogoriense 1915 atau dapat disebut sebagai perpustakaan kayu berisi kumpulan kayu dari seluruh Indonesia yang telah dibangun sejak tahun 1914 oleh lembaga Proefstation voor het Boschweze (Stasiun Penelitian Kehutanan) selama penjajahan Belanda dan telah terdaftar di Index Xylariorum Institutional Wood Collection pada tahun 1957 (BZFw) dan Index Herbariorum Indonesianum tahun 2006.

Paparan kedua disampaikan oleh Dr. Esa Prakarsa, ST, MT dengan tema ‘Pengembangan Alat Identifikasi Kayu Otomatis’. Dr. Prakarsa mengatakan, metode computer vision mempunyai potensi yang sangat besar untuk diaplikasikan pada proses identifikasi kayu yang lebih akurat dan objektif. Dr. Esa Prakarsa juga memaparkan tentang pengembangan algoritma identifikasi, akusisi real time, tampilan antar-muka sistem identifikasi. Paparan kedua ini menjelaskan sistem yang dibangun dalam alat identifikasi kayu otomatis.

Paparan ketiga dengan tema ‘Peran Teknologi Identifikasi Kayu Dalam Mendukung Tugas dan Fungsi Bea dan Cukai’ disampaikan oleh Kakanwil Jakarta, Ditjen Bea dan Cukai, Ir. Oentarto Wibowo, MPA. Oentarto memaparkan fungsi utama dan fungsi tambahan bea cukai, terutama dalam menjaga lalu lintas perdagangan antar negara. Kepala Kanwil Bea Cukai tersebut menyebutkan bahwa identifikasi jenis kayu merupakan salah satu aspek penting dalam pemeriksaan bea cukai. Dengan adanya alat identifikasi kayu otomatis diharapkan dapat mendukung tugas petugas di lapangan.

Setelah pemaparan ketiga narasumber tersebut, acara dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan oleh Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Dr. Henry Bastaman, MES. Dalam sambutannya, Menteri menyampaikan bahwa pengenalan terhadap jenis kayu merupakan kunci penting dalam rantai pemanfaatan kayu, terutama menyangkut dokumen pengangkutan kayu, dokumen legalitas kayu, maupun dokumen untuk keperluan perdagangan kayu lainnya baik perdagangan dalam negeri maupun ekspor. Hadirnya alat identifikasi jenis kayu otomatis ini merupakan suatu terobosan untuk menjawab kesulitan yang dihadapi oleh para petugas dalam mengindentifikasi kayu di lapangan.

Soft launching dilakukan oleh Kepala Badan Litbang dan Inovasi, ditandai dengan ujicoba alat identifikasi kayu otomatis. Para peserta tampak antusias untuk melihat lebih dekat dan mencoba penggunaan alat tersebut.

Penulis : Tipuk Purwandari, S.Kom, M.Sc
Editor : Dr. Krisdianto

Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )