Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

APLIKASI IPTEK “ARANG TERPADU” MENGENDALIKAN PEMBAKARAN LAHAN GAMBUT

20 November 2017, 07:13 WIB | Diupload oleh Admin

Peserta dan Panitia Alih Teknologi Arang Terpadu, Kerjasama antara P3HH dan BRG di Lakitan

P3HH INFO - (Lakitan, 14/11/2017)_Dalam rangka mengendalikan pembukaan lahan dengan pembakaran di lahan gambut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) melaksanakan alih teknologi “Arang Terpadu” di Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan pada hari Selasa tanggal 14 November 2017.

Kegiatan alih teknologi merupakan rangkaian kegiatan yang dibungkus dalam kerjasama P3HH dengan BRG sesuai Perjanjian Kerjasama antara Kelompok Kerja Penelitian Restorasi, BRG dengan P3HH tentang pilot Project Implementasi Arang Terpadu di Lahan Gambut yang telah ditandatangani pada tanggal 8 Mei 2017. Selain alih teknologi, kegiatan lain yang dilaksanakan yaitu produksi arang terpadu dan ujicoba aplikasi arang terpadu untuk penanaman di lahan gambut.

Kegiatan alih teknologi yang dilaksanakan di Lakitan tanggal 14 November 2017 diawali dengan pemaparan mengenai teknologi pembuatan arang kompos, asap cair, kegunaan arang dan peluang ekonominya di pasar lokal maupun internasional. Hadir sebagai narasumber yaitu Prof.Dr. Gustan Pari, M.Si, Dra. Sri Komarayati, Dra. Gusmailina, M.Si. dan Djeni Hendra, Dipl.IV, M.Si.

Selain materi berupa pemaparan, di hadapan peserta alih teknologi, para peneliti juga memberikan penjelasan dengan praktek langsung bagaimana caranya membuat kompos dan asap cair. Peserta alih teknologi terdiri dari perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan beberapa Lembaga Desa Hutan binaan KPHP Wilayah XIII Lakitan-Bukit Cogong, perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Musi Rawas seperti Balitbang Kabupaten Musi Rawas, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas, para penyuluh pertanian dan kehutanan. Praktek pembuatan kompos menggunakan bahan baku berupa jerami padi, rerumputan dan aktivator. Sedangkan praktek pembuatan asap cair menggunakan dua alat yang berbeda yaitu alat konvensional menggunakan drum pembakaran dan bambu serta alat dari hasil rekayasa para peneliti. Para peserta sangat antusias terlibat dalam pembuatan kompos dan asap cair. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta antara lain bagaimana aplikasi asap cair dapat mencegah serangan hama tikus, berapa komposisi penggunaan kompos dan asap cair, bagaimana caranya asap cair dapat mempercepat pembekuan getah karet, perbedaan jenis kayu terhadap kualitas arang yang dihasilkan.

Dalam rangkaian acara alih teknologi, dilakukan pula penyerahan bantuan alat mesin kompos (chopper) dari P3HH kepada KPHP Wilayah XIII Lakitan-Bukit Cogong. Serah terima dilaksanakan langsung oleh Kepala P3HH Dr.Ir. Dwi Sudharto, M.Si kepada Edi Cahyono, S.Hut, M.Sc Kepala KPHP Wilayah XIII Lakitan-Bukit Cogong. Serah terima tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi, Dr.Ir. Sylvana Ratina, M.Si dan Kepala Pokja Bidang Penelitian Restorasi, BRG, Ir.C. Nugroho S. Priyono, M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dwi Sudharto menyampaikan bahwa alih teknologi merupakan salah satu bukti peran IPTEK untuk masyarakat secara langsung di lapangan, membantu memberikan solusi dan alternatif langkah yang harus diambil dalam upaya pemanfaatan sumberdaya. P3HH telah melakukan inisiasi kegiatan di lokasi KPHP Lakitan sejak tahun 2015 lalu untuk pengembangan arang terpadu dan diharapkan kegiatan ini akan terus berkelanjutan dengan didukung anggaran kegiatan yang difasilitasi oleh Sekretariat Badan Litbang dan Inovasi serta BRG.

Di sisi lain, Sylvana Ratina menyampaikan bahwa kita bersyukur keberkahan arang terpadu ini menjadi amal jariah orang-orang yang terlibat di dalamnya. Kelompok tani yang memanfaatkan IPTEK arang terpadu ini akan menjadi model dan contoh bagi kelompok lainnya. Mari kita berbuat dan berbuat lagi amal jariah buat kita semuanya dan terimakasih atas semuanya dan ini akan menjadi catatan bagi Sekretariat BLI dalam evaluasi kerjasama P3HH dengan BRG.

Nugroho Priyono menyampaikan bahwa saat ini BRG mengemban tugas untuk mengelola lahan gambut seluas 2 juta hektar sampai dengan tahun 2020 dan tugas ini tidak akan berhasil tanpa bantuan lembaga riset, lembaga struktural di kabupaten dan masyarakat.

“Kegiatan arang terpadu ini merupakan format yang sangat bagus karena alih teknologi langsung untuk masyarakat dan saya semakin yakin bahwa kegiatan ini akan menjadi bagian kepunyaan bapak ibu sekalian. Kalau selama ini mengelola gambut dengan membakar, dialihkan dengan membakar tetapi dikendalikan dengan teknologi arang terpadu. Semoga dengan pendekatan ilmiah ini kita akan berhasil menyelesaikan tugas restorasi gambut seluas 2 juta hektar,” kata Nugroho Priyono. (ARN)

lktn2

Kepala Pusat Litbang Hasil Hutan menyampaikan arahan dan pembukaan pada Alih Teknologi Arang Terpadu di Lakitan.




lktn4

Djeni Hendera, M.Sc peneliti P3HH menyampaikan kinerja alat pembuatan arang dari bambu



lktn5

Kapus Litbang Hasil Hutan memberikan alat mesin kompos (chopper)kepada Edi Cahyono, S.Hut, M.Sc Kepala KPHP Wilayah XIII Lakitan-Bukit Cogong

Penulis: Aryani, S.Hut, M.Si
Editor : Krisdianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D.


Lampiran: 0
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )