Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

KUNJUNGAN MAHASISWA UGM KE PUSAT LITBANG HASIL HUTAN

06 Februari 2018, 08:58 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

Foto Kunjungan Mahasiswa Forest Study Club (FSC) Fahutan UGM (13/01/2018)



P3HH (Bogor, 25/01/2018) -Pusat Litbang Hasil Hutan (P3HH) menerima sekitar 40 orang mahasiswa Fakultas Kehutanan (FKT) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Forestry Study Club (FSC) yang melakukan kegiatan Kunjungan Ilmiah dengan tema “Bioenergy for Sustainable Development and Social Forestry” pada tanggal 13 Januari 2017. Beberapa hari kemudian tepatnya pada tanggal 24 Januari 2018, P3HH kembali menerima kunjungan 32 orang mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Minat Teknologi Hasil Hutan/Forest Reseach Technology (Forestech) FKT, UGM yang didampingi 2 orang dosen pembimbing.

Kepala Bidang Kerjasama dan Diseminasi, Dr. Wening Sri Wulandari, S.Hut., M.Si yang mewakili Kepala P3HH memberikan sambutan sekaligus arahan dan presentasi tentang P3HH, di ruang Cendana P3HH. Materi yang disampaikan yaitu tentang Profil P3HH meliputi posisi P3HH pada Badan Litbang dan Inovasi; Potensi Puslitbang Hasil Hutan; Iptek dan Inovasi Hasil Litbang, dan Kerjasama Litbang.

Menurut Rendy Dwi Ramadhan selaku Ketua FSC menyatakan bahwa “tujuan kunjungan ini adalah agar sebagai seorang rimbawan, mahasiswa kehutanan dituntut untuk paham mengenai pemanfaatan hasil hutan sebagai bahan baku bioenergi serta potensi apa saja yang ada dihutan dapat dikelola oleh masyarakat” .

Dalam kesempatan tersebut, Djeni Hendra, M.Si (peneliti bioenergi) menyampaikan paparan tentang litbang “Bioenergi berbasis Tanaman Hutan” sebagai sumber energi alternatif pengganti energy fosil dari hutan. Bioenergi merupakan bahan bakar yang dapat mengurangi kerusakan pada lingkungan artinya bahan bakar ini sangat ramah terhadap lingkungan. Lebih jauh Djeni menyatakan bahwa beberapa bioenergi yang sedang dikembangkan di P3HH yaitu biodiesel, biopelet, bioethanol, biomethanol.

Dalam penjelasannya Djeni menguraikan bahwa Biodiesel, adalah bahan bakar alternatif yang berasal dari minyak nabati, atau biodiesel merupakan bahan bakar untuk mesin diesel yang berasal dari minyak nabati setelah melalu proses kimia. Biasanya sumber minyak nabati berasal dari minyak kelapa, minyak biji jarak, minyak sawit dan sebagainya. Di sektor kehutanan bahan alami yang dapat dijadikan biodiesel adalah nyamplung, kepuh, malapari, kemiri sunan, dan sebagainya.

Bioetanol, adalah ethanol yang diproduksi dari tumbuhan. Bioethanol tidak saja menjadi alternatif yang sangat menarik untuk substitusi bensin, namun mampu juga menurunkan emisi CO2. Dalam hal prestasi mobil, bioethanol dan gasohol (kombinasi bioethanol dan bensin) tidak kalah dengan bensin. Pada dasarnya pembakaran bioethanol tidak menciptakan CO2 netto ke lingkungan karena zat yang sama akan diperlukan untuk pertumbuhan tanaman sebagai bahan baku bioethanol. Bioethanol bisa didapat dari air gula (nira) tanaman seperti tebu, jagung, gandum, singkong, padi, lobak, gandum hitam. P3HH telah melakukan penelitian dan rekayasa alat pengolah bioethanol menggunakan bahan baku nira aren, nipah, dan sebagainya”, demikian Djeni menandaskan.

Selain menerima penjelasan di ruang kelas, mahasiswa juga diajak mengunjung berbagai fasilitas penelitian yang ada, yaitu Laboratorium Anatomi Tumbuhan dan Xylarium Bogoriense 1915, yang dipandu oleh Dr. Krisdianto, Dr. Ratih Damayanti dan Listya Mustika Dewi, S.Hut, M.Sc. Mahasiswa diperkenalkan beberapa koleksi kayu otentik yang dimiliki lebih dari 3.400 species dan databasenya yang sudah komputerisasi. Kemudian mahasiswa diajak ke Lab. Bioenergi, yang dipandu oleh Djeni Hendra, M.Si dan Heru Satrio Wibowo, S.Hut. Disini mahasiswa diperkenalkan cara kerja penelitian bioenergi dan peralatan yang dimiliki hasil rekayasa P3HH. Sebelum berakhir mahasiswa diajak berkunjung ke Lab. Keteknikan dan Pemanenan Hasil Hutan yang dipandu oleh Ir. Sona Suhartana, Wesman Endom M.Sc serta para peneliti dan teknisi Kelti Keteknikan dan pemanenan Hasil Hutan, dengan memperkenalkan berbagai IPTEK hasil kegiatan litbang bidang keteknikan dan pemanenan hasil hutan, serta menunjukkan berbagai peralatan pemanenan hasil rancangan sendiri P3HH.

Sementara itu, pada waktu penerimaan kunjungan 32 orang mahasiswa FKT UGM yang tergabung dalam FORESTECH yang melakukan kegiatan Kunjungan Ilmiah 2018 dengan tema “Industrial Visit 2018 : Forest Product For Various Benefits”. Pejabat Pelaksana Harian (Plh) Kepala P3HH (Dr. Henry Silka Innah) selaku Kepala Bidang Program dan Anggaran) memberikan sambutan sekaligus arahan dan presentasi tentang Profil P3HH, di ruang Cendana P3HH.

Ketua Himpunan Mahasiswa FORESTECH UGM menyatakan bahwa kegiatan ini untuk memberi kesempatan belajar bagi mahasiswa agar dapat memiliki keinginan merintis suatu bentuk wirausaha di sektor kehutanan. Diharapkan mahasiswa memiliki gambaran mengenai industri pengolahan hasil hutan kayu maupun non kayu di luar kampus, sehingga dapat menginspirasi serta memotivasi untuk dapat menciptakan suatu bentuk wirausaha dan dapat meningkatkan ketertarikan dalam mempelajari sekaligus mengembangkan keilmuan di kehutanan terutama mengenai pengolahan hasil hutan secara lebih mendalam, dan dapat dikembangkan lagi produk-produk baru dari pengolahan hasil hutan sehingga akan meningkatkan manfaat hasil hutan bagi kehidupan.

Di Lab. Penggergajian, mahasiswa dibekali materi tentang pengolahan produk-produk kayu disampaikan oleh Ir. Jamal Balfas, M.Sc dan Dr. Jamaludin, M.Si, sehingga pemanfaatan bahan baku baku kayu menjadi efektif dan efisien, yaitu dengan berbagai teknik impregnasi resin terhadap kayu-kayu berkualitas rendah menjadi hasil kayu yang berkualitas tinggi. Misalnya impregnasi ekstrak kayu jati tua dan merbau terhadap jati muda, jabon dsb, sehingga jati muda dan jabon memiliki kualitas yang lebih tinggi setara dengan jati tua dan kayu merbau. Di Lab. Pengeringan, mahasiswa menerima penjelasan mengenai teknik dan manfaat pengeringan kayu menggunakan alat rekayasa P3HH yang lebih efektif dan efisien karena menggunakan kombinasi energi panas matahari dan tenaga listrik.

Di Lab. Produk Majemuk, mahasiswa mendapat informasi dan demonstrasi mengenai teknologi pengolahan log menjadi venir (kayu lapis), juga proses pembuatan produk bambu laminasi dari mulai pembuatan bilah bambu, pengawetan, penyerutan, perekatan, pengepressan hingga menjadi produk jadi (furniture) oleh Dr. IM. Sulastiningsih.

Di Lab. Anatomi Tumbuhan, mahasiswa mendapat pembekalan/informasi tentang identifikasi kayu secara makroskopis dan mikroskopis, serta Xylarium Bogoriense 1915 yang telah masuk dalam peringkat 3 dunia karena memiliki lebih dari 34 ribu contoh kayu otentik. (AYT)



UGM2

Mahasiswa Forest Study Club (FSC) Fahutan UGM di Lab. Bioenergi (13/01/2018)



UGM3

Plh. Kepala P3HH (Dr. Henry Silka Innah) kepada Mahasiswa Fahutan UGM yang tergabung dalam Forstech, saat konjungan ke P3HH (24/01/2017).


UGM4



UGM5

Menerima penjelasan di Lab. Penggergajian oleh Ir. Jamal Balfas, M.Sc (24/01/2018)


UGM6

Kunjungan ke Lab. Produk Majemuk dipandu oleh Dr. Ir. Sulastiningsih (24/01/2018).




UGM7

Kunjungan ke Lab. Pengeringan Kayu dioandu oleh Ir.Efrida Basri. M.Sc (24/01/2018)


Penulis / kontributor : Ayit T. Hidayat
Editor : Tipuk Purwandari


Lampiran: 0
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )