Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

KENALKAN AIKO DAN XYLARIUM BOGORIENSE NO 1 DUNIA, P3HH GELAR PRESS CONFERENCE

19 September 2018, 13:12 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi


P3HH (Bogor, 19 September 2018) - Sebagai satu-satunya xylarium di Indonesia yang telah tercatat dalam Index Xylariorum, Institutional Wood Collection of the World sejak tahun 1975 (kode BZFw), dan tercatat dalam Index Herbariorum Indonesianum, Xylarium Bogoriense kini menjadi sebagai xylarium dengan jumlah koleksi terbanyak di dunia dengan jumlah koleksi kayu sebanyak 185.647 spesimen.

“Kita patut berbangga, ini sebuah prestasi yang patut kita syukuri bersama, dan sebagai bukti nyata bahwa Indonesia mampu berkiprah pada tataran internasional dalam bidang pengelolaan keragaman sumberdaya hayati”, kata Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Sc, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan di hadapan para wartawan pada acara "Press Conference Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) dan Xylarium Bogoriense No 1 Dunia di Ruang Rapat Cendana P3HH, Gunung Batu, Bogor, Selasa (28/8/2018).

Seperti diketahui sebelumnya, pada Juli 2018 Xylarium Bogoriense dengan jumlah koleksi 67.864 masih berada pada posisi keempat di dunia setelah Belanda (125.000 spesimen), Amerika Serikat (105.000 spesimen) dan Belgia (69.000 spesimen).

Menurut Dwi “Langkah yang dilakukan oleh KLHK dengan menggalang sinergi dengan para pihak baik internal dan ekstenal yaitu Kemeristekdikti, LIPI, Perguruan Tinggi dan pelaku usaha dan industri perkayuan, pemerintah daerah, UPT KLHK dan masyarkat telah membuahkan hasil yang nyata. Xylarium Bogoriense kini menjadi No 1 di Dunia”.

Pada acara ini juga diperkenalkan alat identifikasi kayu otomatis berbasis computer vision denga nama popular AIKO, yang dikembangkan dari basis data jenis kayu xylarium bogoriense.“AIKO merupakan inovasi dan terobosan IPTEK yang luar biasa, mampu memangkas waktu identifikasi menjadi hanya hitungan detik” kata Dwi.

Selama ini proses identifikasi kayu dilakukan secara manual yang memerlukan waktu waktu 1-2 minggu.“Capaian inovasi ini diharapkan dapat menjadi pemicu munculnya inovasi karya anak bangsa lainnya dalam era industri 4.0” pungkas Dwi.

Penandatanganan prasasti Xylarium Bogoriense sebagai nomor satu di dunia rencananya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada saat Festival Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Yogyakarta, 30 September 2018 bersamaan dengan diluncurkannya AIKO oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Acara diakhiri dengan kunjungan ke xylarium bogoriense untuk melihat bagaimana penataan dan perawatan koleksi kayu yang telah dibangun sejak tahun 1914 ini.

Turut hadir pada acara tersebut antara lain Kepala Pusat Litbang Hutan (P3H), Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) serta para peneliti BLI KLHK dan LIPI.

AIKO2a

AIKO3a


Lampiran: 0
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )