Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

PRASASTI DEKLARASI XYLARIUM BOGORIENSE NO 1 DUNIA DITANDATANGANI MENTERI LHK

01 Oktober 2018, 11:28 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

P3HH (Yogyakarta, 28 September 2018) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar kegiatan agenda sinergi nasional Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dunia usaha, masyarakat dengan dukungan teknologi untuk hutan yang mensejahterahkan di Hutan Pinus Mangunan, Yogyakarta 28-29 September 2018.

Pada kegiatan ini Menteri LHK, Siti Nurbaya menandatangani Prasasti Deklarasi Xylarium Bogoriense No 1 Dunia.Prasasti Deklarasi Xylarium Bogoriense dibuat dari kayu Leci/Lici (Litchi chinensis) dengan ukuran diameter 108 cm (terbesar) dan 90 cm (terkecil). Pohon yang aslinya berasal dari China ini ditanam di Kebun Raya Bogor pada tahun 1923. Pohon ini merupakan salah satu pohon tertua di Kebun Raya Bogor dan telah tumbang akibat cuaca pada tahun 2018.

Selain itu Menteri LHK juga menandatangani prasasti Festival KPH Tingkat Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan (Pusaka) Tahun 2018.Acara agenda sinergi nasional ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri kurang lebih 5.500 orang yang terdiri dari Pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Asosiai, Koperasi, KPH, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), UMKM dan swasta.

Di hadapan Presiden dan peserta, Menteri LHK menyampaikan bahwa pada acara sesi pagi telah dideklarasikan Xylarium Bogoriense menjadi xylarium no.1 dunia, serta menyerahkan penghargaan kepada pengumpul spesimen kayu xylarium terbanyak yaitu Rektor Universitas Riau, Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur dan Direktur Perum Perhutani.

Xylarium Bogoriense dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLI-KLHK). Contoh kayu dikumpulkan oleh para peneliti, pejabat kehutanan daerah, panglong, administrator, dinas kehutanan, perguruan tinggi, Perhutani, Inhutani, KPH, Hak Pengusahaan Hutan (HPH)/ Hutan Tanaman Industri (HTI), industri, dan perorangan sejak tahun 1914 hingga saat ini.

Xylarium ini telah tercatat dalam Index Xylariorum, Institutional Wood Collection sejak Edisi I Tahun 1957.Menteri LHK juga menyampaikan bahwa Xylarium Bogoriense merupakan perpustakaan kayu sebagai rujukan data dan jenis pemetaan kayu yang saat ini dimiliki oleh Indonesia. International Assosiation of Wood Anatomists (IAWA) menyatakan bahwa saat ini Xylairum Bogoriense merupakan xylarium no 1 di dunia dengan koleksi kayu sebanyak 192.395 spesimen.“Sebagai pembanding, Xylarium Belanda memiliki 125.000 spesimen, Amerika Serikat 105.000 spesimen dan Belgia 69.000 spesimen” lanjut Siti.

A_JOgja2a


Lampiran: 0
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )