Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

XYLARIUM BOGORIENSE DAN ALAT IDENTIFIKASI KAYU OTOMATIS SEMAKIN DIKENAL DUNIA

04 Desember 2018, 13:16 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi


P3HH (Polandia, 3 Desember 2018) - Sebagaimana diketahui, Xylarium Bogoriense yang dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hdup dan Kehutanan saat ini merupakan xylarium dengan jumlah spesimen otentik terbesar di dunia (193.858 spesimen otentik, 110 suku, 785 marga dan 3.667 species). Hal tersebut telah diakui secara internasional oleh International Assosiation of Wood Anatomists (IAWA). Tidak dapat dipungkiri lagi, data base Xylarium Bogoriense memiliki manfaat besar sebagai sumber informasi ilmiah jenis kayu, pemetaan jenis kayu, dan bahan rujukan utama dalam identifikasi kayu bagi lembaga penegak hukum, bea dan cukai, praktisi dan akademisi.

Xylarium Bogoriense menyimpan banyak manfaat strategis lainnya, diantaranya dalam mendukung upaya mitigasi dan penyimpanan stok karbon. Hal tersebut diungkapkan Dr. Krisdianto dalam Talkshow Paviliun Indonesai sebagai rangkaian COP 24, pada 3 Desember 2018 di Katowice, Polandia. “Xylarium Bogoriense memiliki manfaat strategis dalam perhitungan kandungan karbon dalam kayu dan produk kayu, bahkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan faktor emisi Indonesia dan memprediksi pola perubahan iklim ke depan” kata Krisdianto.

Selain Xylarium Bogoriense, dalam kesempatan talkshow juga dipromosikan Alat Identifikasi Kayu Otomatis yang dikembangkan dengan menggunakan data base Xyalrium Bogoriense. Dr. Ratih Damayanti dalam paparanya menjelaskan bahwa AIKO adalah alat identifikasi kayu otomatis berbasis computer vision, sebuah inovasi IPTEK yang memangkas waktu identifikasi kayu yang selama ini dilaksanakan secara manual dan memerlukan waktu 1-2 minggu menjadi hanya hitungan detik. “AIKO dapat mendukung peningkatan kinerja pelaku usaha dan industri perkayuan, meningkatkan PNBP, dan utamanya membantu mempercepat proses penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan terutama dalam penyelesaian konflik penentuan jenis kayu”, ungkap Ratih.

Talkshow Xylarium Bogoriense dan AIKO menyedot banyak perhatian pengunjung yang secara khusus mengikuti sesi C12. Dr. Agus Justianto, Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi pada akhir sambutannya menyatakan bahwa terdapat kaitan yang sangat erat antara keragaman jenis kayu dan penyerapan karbon sehingga hal tersebut merupakan topik penting yang harus dikembangkan untuk mendukung aksi mitigasi perubahan iklim. Dr. Dwi Sudharto, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan yang juga hadir ke Katowice, Polandia mengharapkan Xylarium Bogoriense dapat terus dikembangkan dan diperkaya dengan data dan informasi agar kemanfaatannya semakin meningkat, serta AIKO dapat segera diaplikasikan secara luas.

AIKO_P2



AIKO_P3



AIKO_P4

Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )