Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

KENALKAN TEKNOLOGI MURAH DAN RAMAH LINGKUNGAN, P3HH ADAKAN ALIH TEKNOLOGI ARANG TERPADU DI SIMALUNGUN

30 Juli 2019, 14:11 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi


P3HH (Bogor, 18 Juli 2019) - Menyelenggarakan kegiatan Alih Teknologi Arang Terpadu di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Bertempat di Perpustakaan Balai Litbang LHK Aeknauli, acara ini menghadirkan narasumber 2 peneliti utama P3HH, Dra. Gusmailina, M.Si dan Dra. Sri Komarayati dan dihadiri oleh Kadis Pertanian Kabupaten Simalungun, KKPH Wil.II Simalungun, Aparat Keamanan setempat, Kelompok Tani, Pengurus DKM Masjid Al Munawaroh, Peneliti dan Teknisi Balai Litbang LHK Aeknauli, Peneliti dari Edwar Technology Lab, Tangerang, Peneliti Pusat Litbang Biomaterial LIPI Cibinong, dan masyarakat Komplek Aeknauli.

Sebagai informasi paket iptek arang terpadu merupakan paket Iptek yang terdiri dari 3 buah teknologi yaitu pembuatan arang, pembuatan asap cair (cuka kayu/wood vinegar), dan pembuatan arang kompos bioaktif (arkoba). Alat yang digunakan dalam teknologi ini berupa tungku arang terpadu yang merupakan inovasi dari peneliti P3HH.

Dalam sambutannya Kepala P3HH, Dr. Dwi Sudharto mengatakan bahwa untuk membuat tungku arang terpadu tidak dibutuhkan biaya yang mahal. “Jika kita menggunakan drum bekas dan bambu paling biayanya 500 ribuan” kata Dwi.

Selain dari drum bekas dan bambu, tungku arang terpadu juga bisa dibuat dari baja tahan karat. Tungku dari baja tahan karat lebih awet jika dibandingkan dengan tungku dari drum dan bambu namun biaya pembuatannya juga lebih tinggi.

Lebih lanjut Dwi menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan dari paket iptek arang terpadu dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan. Arang bisa dimanfaatkan untuk menjadi bioenergi yang murah. Selain itu arang juga bisa diolah lebih lanjut menjadi arang aktif.

Asap cair, adalah produk samping dari pembuatan arang, dimana asap sisa pembakarannya dimanfaatkan kembali melalui proses pirolisis menjadi cairan menggunakan kondensor, sehingga produknya menghasilkan cairan pekat yang masih mengandung berbagai unsur yang masih bermanfaat yaitu sebagai penyubur tanaman (pupuk organik), pengusir hama tanaman (biopestisida), pengawet makanan organik, pengusir bau kandang ternak, penggumpal getah karet, dan sebagainya.

Pada bidang kesehatan, asap cair bisa dimanfaatkan untuk pengobatan sakit gigi, sakit perut dan luka-luka. “Luka pada penderita kanker dan diabetes akan menjadi cepat kering jika diolesi dengan asap cair” terang Dwi.

Produk terakhir dari teknologi arang terpadu adalah arang kompos bioaktif (arkoba). Arkoba merupakan campuran arang dan kompos yang dihasilkan melalui proses pengomposan dengan bantuan mikroba lignoselulolitik yang tetap hidup dan bertahan di dalam kompos. Mikroba tersebut mempunyai kemampuan agen hayati sebagai biofungisida untuk melindungi tanaman dari serangan penyakit busuk akar sehingga disebut bioaktif. Arkoba berfungsi sebagai pupuk organik (biofertilizer).

Bupati Kabupaten Simalungun yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Ruslan Sitepu mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran P3HH atas program aplikasi Iptek arang terpadu untuk masyarakat di Kabupaten Simalungun. “Saya berharap masyarakat dapat mengaplikasikan teknologi ini pada lahan-lahan yang mereka punya” tambahnya.

Pada kesempatan ini juga Kepala P3HH menyerahkan tungku arang terpadu sebanyak 1 unit kepada DKM Al-Munawaroh Aeknauli. Di akhir acara, masyarakat diajak untuk praktek praktek langsung pembuatan arang, asap cair dan arang kompos bioaktif.

Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )