Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

ARANG BAMBOO P3HH UNTUK PENGOBATAN KANKER

06 Agustus 2019, 16:04 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

P3HH (Bogor, 2 Agustus 2019) - Arang bambu yang telah diolah menjadi karbon porous berhasil dimanfaatkan untuk pengobatan kanker. Bertempat di Ruang Cendana Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) Bogor, telah diselenggarakan kuliah umum yg berjudul Teknologi Elektro Kapasitansi Untuk Terapi Kanker dengan narasumber utama Dr. Warsito P Teruno dari C-Tech Edwar Technologi. Hadir dalam acara ini para peneliti lingkup BLI (3 Pusat Litbang dan Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (BPTPTH) Cihelet), perwakilan satker, pejabat struktural, dan juga peneliti LIPI.

Kepala P3HH, Dr. Ir Dwi Sudharto, M.Si menyampaikan “Kita beruntung dapat bekerja sama dengan Pak Warsito dan tim. Asap cair: Take Liq yang diproduksi oleh P3HH, telah dipakai untuk menyemprot luka pada penderita kanker dan luka langsung kering.” Arang terpadu adalah teknologi yang dalam proses dan aplikasinya dilakukan secara terpadu. Pada teknologi ini dihasilkan produk arang, asap cair dan arang kompos bioaktif (arkoba).

Hal ini senada dengan penyampaian Gusmailina, Peneliti Utama yang telah menggeluti arang terpadu. Beliau telah mempraktekan sendiri khasiat asap cair dalam penyembuhan luka. Bahkan sampai saat ini ia selalu meminum arang kapsul sebagai pengobatan kanker yang dideritanya.

Seperti diketahui, bahwa pada tahun 2019, P3HH bersama tim Pusat Penelitian Biomaterial, Balai Litbang LHK Aeknauli dan C-Tech Edwar Technologi melakukan kerjasama dalam kegiatan penerapan iptek arang terpadu di KHDTK Aek Nauli. Dalam kegiatan ini akan dibangun spot wisata khusus untuk terapi kanker: Minum pakai arang, pakai jaket, dengarin music dan klinik kanker.

Dalam pengantar diskusi, peneliti P3HH, Dr Ratih Damayanti menjelaskan bahwa pendekatan pengobatan ada 3 yaitu biologi, kimia dan fisika (MRI, USG, CT-Scan). Biologi misal dari Kulit Kersen digunakan untuk pengobatan kanker payudara. Sedangkan Prof Warsito nanti akan menyampaikan dari aspek fisika. Untuk Kimia, aspek obat-obatan sangat berkembang saat ini.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Prof Warsito menyampaikan bahwa sel kanker dapat dimatikan dengan memanfaatkan aliran listrik. Proses mematikannya cepat namun untuk proses menyerap sel mati dan memulihkan lambat. Kami perpendapat harus ada sesuatu untuk membantunya. Setelah ketemu dengan Prof Gustan maka dipakailah asap cair dan nano karbon dari bambu.

Alhamdulillah, misteri selama 7 tahun ini mendapatkan jalan dengan asap cair dan nano karbon bambu, tegas Warsito.

Material karbon aktif penting, karena untuk mengikat dan menyerap luruhan sel kanker yang mati.Terdapat 3 proces dalam pengobatan penyakit kanker yaitu: mematikan sel, membuang dan menyerap. Karbon aktif sangat membantu tubuh menyerap terutama pada Grup D. Regenerasi sel sehat memerlukan protein yang tinggi dan anti oksidan, Asap cair sangat membantu ini.Selain itu pemanfaatan alat electric capasitansi dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lain terutama untuk melihat aktivitas sel tumbuhan maupun pemanfaatan yang lain. Inilah manfaat dari sIlaturahmi ilmu kata Prof. Gustan Pari, Peneliti Utama P3HH. Tecnologi ini diharapkan juga bisa dikembangkan untuk percepatan penyebaran inokulan gaharu.

Wasito2


Lampiran: 0
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )