Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

DAMPAK KEBAKARAN HUTAN DI AUSTRALIA JADI PELAJARAN MASYARAKAT INDONESIA UNTUK TIDAK MEMBAKAR LAHAN

13 Januari 2020, 12:50 WIB | Diupload oleh Dede Rustandi

Sampai dengan saat tanggal 8 Januari 2020, dari satelit VIIRS confidance level high terpantau 760 hotspot, sedangkan dari satelit MODIS confidance level >80% terpantau 619 hotspot kebakaran hutan dan lahan terpantau di berbagai wilayah Australia. Kebakaran hutan yang menghasilkan asap tebal ini, berdampak hingga Selandia Baru. Hingga saat ini ada hampir 15 juta hektare hutan dan lahan di Australia yang dilalap kobaran api.

Dilaporkan akibat kebakaran hutan dan lahan di Australia menimbulkan 24 korban jiwa dan lebih dari 1.400 rumah hancur. Ahli ekologi di Australia memperkirakan hampir setengah miliar satwa termasuk reptil, mamalia, dan burung telah mati, bahkan 8.000 Koala yang menjadi satwa liar asli Australia musnah akibat kebakaran yang melanda negara itu sejak September 2019.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK, Raffles B. Panjaitan, mengungkapkan kejadian kebakaran hutan dan lahan di Australia harus bisa dijadikan pelajaran oleh masyarakat di Indonesia untuk tidak membakar hutan dan lahan karena akan berdampak sangat luas bagi kehidupan.

“Kita harus terus meningkatkan upaya pencegahan. Siklus karhutla di Indonesia yang bisa terjadi di bulan-bulan pada awal tahun khusus di beberapa daerah rawan harus lebih diwaspadai", jelas Raffles.

Berita selengkapnya

Sumber:
http://ppid.menlhk.go.id/berita_foto/browse/2150

Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )