Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

 Penanaman Jamur Tiram (The Growings of Oyster Mushroom)

KATA PENGANTAR

 

Jamur tiram merupakan salah satu jamur kayu yang enak dimakan, umumnya tumbuh secara alami pada kayu mati dan telah lama menjadi bagian dari sumber bahan pangan yang diperoleh dari hutan. Jamur tiram termasuk hasil hutan bukan kayu yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Di hutan tropis, jamur merupakan perombak utama lignoselulosa. Jika lingkungan hidupnya cocok, terlihat tumbuhan dimana-mana. Oleh karena itu sudah selayaknya jamur, yang merupakan bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia digali dan dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat. Saat ini jamur tiram merupakan salah satu komoditi yang prospektif sebab makin banyak orang mengetahui nilai gizi, kelezatannya dan manfaatnya bagi kesehatan. Makin berkembangnya perekonomian maka usaha tani tamur juga makin berkembang. Usaha budidaya jamur tiram dapat dilakukan dan dibiayai oleh masyarakat sendiri karena dapat dilakukan memakai teknologi bersih lingkungan memanfaatkan limbah kayu gergaji dengan modal yang relatif rendah. Selain itu akan didapat hasil samping berupa kompos dari sisa media untuk pupuk tanaman. Dengan demikian budidaya jamur tiram akan dapat mencapai dua tujuan utama dalam pengolahan hasil hutan menuju industri bebas limbah dan sekaligus meningkatkan pendapatan petani sekitar industri pengolahan kayu/hutan.

Harapan kami semoga petunjuk ini dapat membantu masyarakat pengguna, para penyuluh kehutanan maupun jamur dalam upaya mengembangkan usaha mandiri budidaya jamur kayu.

 

Bogor, Maret 2004

Kepala Pusat Litbang Teknologi Hasil Hutan

 

Dr. Ing. Ir. Hadi Daryanto, DEA

Unduh Lampiran
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )