Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

 PENGELOMPOKAN JENIS KAYU PERDAGANGAN INDONESIA

Sambutan Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi

 

Tugas utama Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.18/MenLHK-II/2015 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah menyeleng- garakan penelitian, pengembangan, dan inovasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan untuk mendukung eselon I teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan pemangku kepentingan lainnya. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, untuk memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan keunggulan kompetitif dan kemampuan IPTEK, BLI harus menghasilkan IPTEK yang inovatif dalam rangka menjawab berbagai permasalahan dan tantangan di sektor lingkungan hidup dan kehutanan.

Hingga saat ini, BLI telah menghasilkan berbagai kajian dan hasil inovasi IPTEK yang menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan dan praktik pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menjelaskan bahwa inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan untuk mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi. Inovasi di bidang LHK cukup bervariasi, antara lain tentang sifat dasar kayu, perbaikan sifat dan pemanfaatannya.

Penelitian sifat dasar kayu dari jenis yang kurang dikenal telah lama dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hasil Hutan. Pengembangan hasil penelitian terse- but telah dituangkan dalam bentuk publikasi jurnal ataupun publikasi Atlas Kayu Indonesia. Hasil penelitian dalam bentuk publikasi tersebut semakin terasa manfaatnya dengan adanya kajian pengelompokan jenis kayu perdagangan Indonesia. Dari hasil publikasi data dan informasi sifat dasar kayu bersama dengan pemberdayaan koleksi kayu di Xylarium Bogoriense 1915, Puslitbang Hasil Hutan telah mampu memberikan sumbangan pikiran bagi para pengambil keputusan dalam pengelompokan jenis kayu perdagangan Indonesia.

Akhirnya, saya ucapkan selamat kepada para peneliti Puslitbang Hasil Hutan yang telah menghasilkan formula pengelompokan jenis kayu perdagangan Indonesia sebagai bahan kebijakan dalam pengelompokan jenis kayu perdagangan Indonesia.


Bogor, Januari 2017

Kepala Badan Litbang dan Inovasi

 


Dr. Henry Bastaman, M.E.S.

Selengkapnya silahkan unduh di lampiran:

Unduh Lampiran
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )

XYLARIUM BOGORIENSE 1915.