Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

 Pengawetan Rotan Asalan

Kerusakan rotan alasan kerena serangan organisme terjadi sebagai akibat tertundanya pengangkutan dan proses pengolahan. Para petani pemungut rotan sangat dirugikan karena harga rotan yang telah dikumpulkan menjadi sangat rendah bahkah tidak laku dijual. Untuk mengatasi kerusakan rotan tersebut perlu diberikan bahan pengawet pencegah jamur biru dan kumbang ambrosia. Selain itu, pemberian bahan pengawet juga dapat meningkatkan kekuatan lentur rotan.

Bahan pengawet yang digunakan selain beracun terhadap jamur dan kumbang ambrosia beracun pula terhadap hewan dan manusia, sehingga dalam penggunaannya harus dilakukan secara bijaksana. Untuk itu dirasa perlu disusun petunjuk teknis cara mengatasi serangan organisme perusakan rotan. 

Petunjuk teknis ini didahului dengan pengertian berbagai organisme perusak rotan, jenis dan penyiapan rotan yang akan diawetkan, bahan pengawet rotan, teknik pengawetan rotan dan keselamatan kerja. Petunjuk teknis disusun, untuk memberikan informasi teknis agar pemungut rotan mampu meningkatkan efesiensi dan mutu produknya. Petunjuk teknis ini disusun oleh Jasni dan Dominicus Martono, keduanya tenaga peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, Bogor.

Semoga petunjuk teknis ini berguna dan dapat meningkatkan pendapatan para petani rotan.

Selengkapnya silahkan unduh di lampiran berikut: 

Unduh Lampiran
Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )

XYLARIUM BOGORIENSE 1915.