Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Forest Products Research and Development Center

Apa itu Xylarium?

Xylarium adalah satuan kerja yang bertugas mengumpulkan dan menyimpan contoh kayu dari berbagai jenis pohon.
Fungsi Xylarium adalah:

1. Sarana penunjang penelitian ciri anatomi dan taksonomi tumbuhan berkayu
2. Bahan rujukan identifikasi contoh kayu tidak dikenal
3. Sumber informasi nama setempat dan nama ilmiah kayu
4. Sumber informasi keanekaragaman jenis kayu di suatu wilayah
5. Sumber informasi wilayah persebaran jenis-jenis kayu tertentu.

Selain itu, Xylarium juga berfungsi menunjang bidang forensik dalam menangani perkara dimana kayu sebagai barang bukti, serta menunjang penelitian arkeologi dan paleobotani.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) telah memiliki Xylarium sejak Tahun 1914, ketika P3HH masih bernama Boschbouw Proefstation. Koleksi contoh kayu yang dimiliki dikumpulkan dari hutan di seluruh Indonesia. Dalam perkembangannya, P3HH juga melakukan tukar-menukar contoh kayu dengan Xylaria di beberapa negara di dunia seperti Austria, Australia, India, Afrika dan lain-lain. Pengumpulan dan tukar-menukar contoh kayu masih dilakukan hingga saat ini. Hampir seluruh jenis kayu yang dikumpulkan mempunyai koleksi herbariumnya yang disimpan di Bagian Botani, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Bogor.

Xylarium terlengkap di dunia dimiliki oleh Forest Product Laboratory, USDA di Madison, Wiscounsin, USA. Koleksinya mencapai 100.000 sampel kayu dari seluruh dunia. Di peringkat ke- 2, dimiliki oleh the Royal Museum of Central Africa di Tervuren, Belgia, dimana koleksinya mencapai 57.165 sampel. Sedang Xylarium Departemen Kehutanan di Bogor, atau lebih dikenal dengan nama Xylarium Bogoriense 1915, berada di peringkat ke-3 dengan jumlah koleksi 34.301 sampel kayu yang tergabung dalam 110 suku, 675 marga dan 3667 spesies.

Xylarium Bogoriense 1915 P3HH Bogor telah terdaftar pada Index Xylariorum, Institutional Wood Collections of the World pada Tahun 1988, dengan kode alamat BZFw, dan telah terdaftar pula di Index Herbariorum Indonesianum pada Tahun 2006.

Salah satu tugas para peneliti dan teknisi Xylarium Bogoriense 1915, Laboratorium Anatomi Tumbuhan P3HH Bogor adalah melakukan pelayanan identifikasi jenis kayu. Identifikasi kayu ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pengolahan dan pemanfaatan kayu yang rasional. Identifikasi dilakukan dengan membandingkan ciri-ciri kayu yang belum diketahui jenisnya dengan kayu yang telah diketahui jenis dan nama botanisnya, dimana untuk dapat melakukan hal tersebut diperlukan keahlian dalam bidang anatomi dan identifikasi kayu.

Sejalan dengan kemajuan teknologi, saat ini proses identifikasi di P3HH telah dibantu menggunakan komputer yang memungkinkan sistem identifikasi kayu dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat, dengan tetap melakukan prosedur-prosedur standar seperti pembuatan preparat sayat kayu dan pengamatan preparat menggunakan mikroskop. Hasil yang diperoleh diverifikasi dengan:

Membandingkan contoh yang sedang diidentifikasi dengan contoh kayu otentik yang ada di dalam koleksi.

Membandingkan hasil yang diperoleh dengan deskripsi jenis yang bersangkutan dalam literatur hasil penelitian anatomi kayu. Selain itu, Laboraturium Anatomi Tumbuhan P3HH juga meneliti dan melakukan identifikasi terhadap jenis-jenis fosil kayu. Pengetahuan tentang fosil kayu ini sangat penting. Salah satu manfaatnya adalah hasil identifikasi kayu yang berasal dari jaman purba (fosil) dapat membantu merekonstruksi kondisi ekosistem ataupun mendokumentasikan perubahan iklim. Para ilmuwan paleontologi sangat tertarik untuk mengetahui pohon apa yang ada saat dinosaurus hidup, dan tipe vegetasi apa yang ada saat primata pertama kali ada atau saat evolusi manusia. Pengetahuan terhadap fosil kayu secara fitogeografi dapat membantu menjelaskan distribusi tumbuhan hingga saat ini, sejarah dari beberapa suku dan marga, serta distribusi dan diversifikasi tumbuhan berkayu di masa lampau. Pengetahuan tentang perkayuan ini secara arkeologi juga membantu menyediakan informasi yang berguna untuk merekonstruksi rute perdagangan. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Xylarium Bogoriense 1915, hasil-hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Anatomi Tumbuhan P3HH, serta jasa pelayanan identifikasi kayu dan fosil kayu dapat menghubungi para peneliti dan teknisi Laboratorium Anatomi Tumbuhan di kantor P3HH, Jl. Gunung Batu No. 5 di Lantai 3 Gedung Kelti Biologi dan Pengawetan Hasil Hutan.

 

Agenda Kegiatan Selengkapnya
Abstrak Jurnal Selengkapnya

Profile Peneliti

Statistik

Video ( Klik gambar untuk memulai )